Sejarah Terbentuknya KPA.Banaspati


                                                   Dokumentasi : Foto bersama beberapa Pendiri di Puncak GN.Nokilalaki

        BANASPATI diambil dari kata (bahasa melayu/sansekerta) yang artinya “Pohon Besar”. Makna dari pohon besar tersebut juga diartikan sebagai masa pertumbuhan, yaitu memulai segala sesuatu dari hal yang paling kecil dapat menghasilkan manfaat yang begitu besar, salah satunya yang bisa kita lihat didalam kehidupan sehari-hari yaitu menanam sebuah tumbuhan.
        Terbentuknya KPA (Komunitas Pecinta Alam) BANASPATI itu sendiri didasari oleh keingingan dan niat untuk mendalami pembahasan tentang alam atau hutan dan sekitarnya, juga sebagai wadah atau tempat mereka yang ingin menuangkan ide atau gagasan yang bertujuan untuk mengolah alam agar berfungsi sebagaimana mestinya. 
     Terkadang juga pendapat dimasyarakat yang  menyebutkan bahwa sosok dari pecinta alam tersebut terkesan selalu “negatif”. Kesan negatif tersebut timbul mungkin bisa karena penampilan dari mereka yang menamakan dirinya pecinta alam itu sendiri yang sering kelihatan lusuh, kumal, berambut gondrong, seadanya (meskipun tidak semuanya pecinta alam berpenampilan seperti ini). Mungkin juga karena orang sering melihat  kegiatan pecinta alam berkesan hura-hura, dan atau tidak mau tahu dengan lingkungan sekitarnya, bisa pula karena kegiatan pecinta alam dianggap sebagai kegiatan yang mubazir dan buang-buang waktu, tenaga, serta uang hanya untuk menyalurkan hobby menantang maut, minat dan bakat tanpa mempunyai arti dan tujuan yang nyata (meskipun hal ini tidak semuanya benar).  Meskipun demikian, tidak sedikit kelompok atau organisasi pecinta alam yang melakukan kegiatan positif seperti ikut dalam operasi SAR,  membantu masyarakat terasing, atau konservasi alam.
         Dengan kondisi yang demikian, kemudian melahirkan ide untuk membentuk suatu wadah baru dalam bentuk kegiatan lain yang diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai hobby dan minat yang sama, yaitu sama-sama  menyukai kegiatan di alam bebas seperti pendakian gunung, memanjat tebing, menelusuri lorong-lorong kegelapan di dalam gua, arung jeram, dan lain sebagainya.
       Yang tidak kalah pentingnya  pada perkembangan selanjutnya adalah aktivitas kepecintaalaman juga diwarnai oleh sikap keberpihakkan kepada alam serta lingkungan hidupnya, sehingga organisasi/kelompok pecinta alam yang tumbuh di lingkungan masyarakat tidak hanya berkegiatan alam  bebas melulu, akan tetapi kegiatan lingkungan hidup juga mendapatkan porsi yang seimbang dengan kegiatan petualangan di alam bebas.
     Pecinta alam kalau diartikan yaitu berasal dari kata cinta dan alam. Cinta mengandung arti menyukai, menyayangi, dan mengagumi. Alam mengandung arti segala yang ada di sekitar, baik berupa benda mati ataupun benda hidup. Sehingga dari kata cinta menjadi pecinta yang menunjuk kepada subyek yaitu orang.
      Meskipun sampai sekarang belum ada yang bisa merumuskan istilah Pecinta Alam, namun dilihat dari kegiatannya bisa dibedakan dalam beberapa kelompok yakni : Kelompok pertama adalah mereka yang hanya menggeluti kegiatan alam bebas dengan misi untuk menyalurkan hobby dan minat bertualang di alam bebas. Kegiatannya meliputi pendakian gunung, pemanjatan tebing dan penelusura gua.Kedua, kelompok yang selain melakukan kegiatan petualangan, juga melakukan kegiatan yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan hidup, sehingga pada perkembangannya kegiatan kepencintaalaman menjadi semakin luas.          
      Selain bertualang mereka juga melakukan konservasi alam, pengamatan sosial-ekonomi-budaya masyarakat, hingga operasi SAR.